foto: ilustrasiJakarta - Kasus pemalsuan surat MK No 112/PAN MK/2009 tertanggal 14 Agustus 2009 diduga dilakukan oleh Masyhuri Hasan. Namun, Masyhuri mengaku dirinya disuruh oleh Arsyad Sanusi yang saat itu menjabat sebagai hakim konstitusi.
"Saat itu saya ke apartemennya Pak Arsyad. Menurut Pak Arsyad kalau jawabannya begini, Ibu Dewi tidak dapat kursi," kata Masyhuri.
Pernyataan disampaikan dalam sidang didepan ketua majelis hakim Herdi Agusten di PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada Jakarta, Kamis, (1/12/2011).
Mengenakan batik warna biru kecokelatan, Masyhuri menerangkan dengan nada datar dan tenang. Rencananya, sidang akan dilanjutan sepekan lagi atau 8 Desember 2011 dengan agenda pembacaan tuntutan.
Berikut petikan kesaksian Masyhuri tersebut:
Masyhuri: Saya bukan yang membuat isi substansi surat. Saya hanya membuat nomor surat dan copy paste tanda tangan tanggal 15 Agustus pagi.
Herdi: Surat kan tanggal 14 ?
Masyhuri: Karena hari Sabtu. Saya tahunya dari KPU ditujukan kepada panitera. Ada 2 surat yaitu nomor 1531 dan 1532 mengenai Dapil Sulsel.
Herdi: Anda mengetik surat enggak?
Masyhuri: Saya tidak pernah mengetik surat tgl 14. Saya pernahnya tanggal 15 tentang Dapil Sulsel.
Herdi: Kenapa copy paste tanda tangan?
Masyhuri: Saya biasa meng-copy paste dalam hal atas nama panitera dari file komputer sekretaris. Untuk nomor surat saya menghubungi Alifah
Herdi: Kamu ditelepon enggak sebelum dan sesudah mengirim surat oleh Andi Nurpati?
Masyhuri: Sebelum nge-faks saya ditelepon, setelah dikirim tidak lagi
Masyhuri: Tanggal 16 Agustus saya ditelepon oleh Nesyawati disuruh ke apartemen, ketemu Pak Arsyad untuk membahas surat. Setibanya di sana, saya tidak bawa surat. Lalu saya balik lagi, nge-print dan ke apartemen Pak Arsyad. Di sana ketemu Pak Arsyad. Di situ ada Pak Arsyad dan Ibu Dewi Hasyim Limpo.
Herdi: Siapa yang melihat surat terlebih dahulu?
Masyhuri: Pak Arsyad dulu yang lihat tapi tidak menyetejui. Menurut Pak Arsyad kalau jawabannya begini ibu Dewi tidak dapat kursi. Kemudian Pak Arsyad bikin draf yang ada nama Ibu Dewi. Lalu saya disuruh oleh Pak Arsyad antar ke rumah Pak Panitera bersama Ibu Dewi.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Budaya /
Hukum /
Politik /
Sosial
dengan judul Masyhuri Sebut Arsyad Sanusi yang Memerintahkan Pembuatan Surat Palsu MK. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://kutulisberita.blogspot.com/2011/12/masyhuri-sebut-arsyad-sanusi-yang.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Minggu, 04 Desember 2011
Belum ada komentar untuk "Masyhuri Sebut Arsyad Sanusi yang Memerintahkan Pembuatan Surat Palsu MK"
Posting Komentar